Meruak Cinta Sang Pujangga


Puisi kalis berdasarkan jiwa yang sepi        
           

MERUAK CINTA SANG PUJANGGA
Goresan senda gurau sahabat BDK


Mendung dan gerimis meluluhkan hati para srikandi
Mereka paham betul soal meluluhkan
hingga kadang merambah ke zona-zona terlarang

Entahlaaahhh….
Dari napas melodi bahagia
Dari hati yang peka
Setiap hati yang gelisah
Setiap raga yang meraba

Petikan dari napas melodi itu sudah tidak jauh berbeda dengan Dedy Dores dikala muda
Setiap hati yang gelisah setiap raga yang merana meraba kemana-mana
Tapi itulah dinamika
Penyemarak sepertiga malam kehidupan

Katanya aku tahu yang dia mau,
Katanya dia tahu yang aku mau
Seperti sebuah teori sosiologi, saling membutuhkan satu dan lainnya
Ya,,
Ibarat petikan melodi galau yang hadir ketika kota beradat Sunda itu sedang gerimis
Kalis memang bagi mereka yang peka pada hati yang mabuk berahi

Namun sayang terkadang petikan itu justru menambah luka bagi hati yang berduka
Pertanyaan muncul di benak
“bagaimana cara mengobati hati yang berduka”
Mabuk berahi sekali lagi pikirku

Sepantasnya tak usah kau ingat asmara yang membangun luka
Sebab kau akan mati di Lumbung padi seperti sang pujangga
Senyumlah
Senyum itu indah-tak bersuara namun penuh makna
Senyumlah
Guratan senyummu mampu meluruhkan seisi alam

Langkah itu membawa sejuta bayangan diri dalam satu mentari
Kadang cahaya lampu itu redup, meredupkan bayangannya
tapi, ia terus menjadi terang dalam setiap bayangan itu
Padanya mungkin ia kembali,
Tapi untuk bayangannya ia tetap abadi

Cahaya temaram yang menjadi insprirasi sang pujangga
Setiap napas menghadirkan kebahagiaan
Namun, kuasa diri yang dihantam gelombang nestapa membuat jiwanya harus pergi.
Bertemankan sepi membawa luka tanpa akhir

Pada cahaya temaram ia mengadukan rindu
Tumpahlah seluruh nestapa dari jiwa yang terluka itu
Walau ia tahu persis tak elok dunia tahu ia tengah dirundung pilu

Suka dan duka
Hidup dan mati
Pesona cahaya temaram yang tak pupus dari helaan cinta
Sang pujangga tahu arti  berjuang
menang atau kalah yang pasti sang pujangga punya segudang amunisi bahagia
melalui petikan melodi sang pujangga
Maka mabuk berahilah sekali lagi.

Puisi berdasarkan senda gurau sahabat BDK
-OM AMAR OME
-OM SIMPLE IS PERFECT
-OM HUTAN ADALAH JATI DIRI
(maaf om gak tahu nama aslinya J)


goresan pena; FITRA AUDINA







Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKS DAN PENDIDIKAN SEKS

Pengalaman Mengikuti Ujian Masuk S2/Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia